Mengapa Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa Tergantung Kesepakatan Politik?
3 mins read

Mengapa Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa Tergantung Kesepakatan Politik?

BimtekDesa – Yandrie Susanto Selaku Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat menyatakan keinginan perpanjangan masa jabatan kepala desa masih berpeluang untuk disahkan. Asalkan, kata dia, rencana tersebut memiliki aspirasi yang kuat serta disahkan oleh Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat.

“Saya bilang tidak ada undang-undang yang tidak bisa direvisi selama aspirasi kuat dan fraksi bersepakat memasukkan di prolegnas, panja atau pansel, dan ada kesepakatan, ya, bisa-bisa saja,” ujar dia pada saat ditemui di Komplek Gedung DPR dan MPR RI, Jakarta, Ahad, 29 Januari 2023.

Selanjutnya, Yandrie menilai keinginan perpanjangan masa jabatan kepala desa merupakan bagian dari aspirasi yang ada di tengah masyarakat yang terbuka dibahas oleh DPR. Artinya, menurut dia, keinginan tersebut masih terbuka dan berpeluang diformulasikan ke dalam undang-undang.

 “Undang-Undang Desa itu terbuka untuk direvisi. Apakah masa jabatan tetap enam tahun, ditambah, atau bahkan ada formulasi lain kan masih sangat terbuka,” kata Wakil Ketua Umum Partai Amanat Rakyat (PAN) tersebut.

Baca juga: Satu satunya Alasan menjadikan masa Jabatan Kades 9 Tahun, Hanya karena ingin Meredam Konflik Pasca Pilkades

Mengapa Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa Tergantung Kesepakatan Politik?
Mengapa Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa Tergantung Kesepakatan Politik?

Kemudian, Yandrie menyebut pada akhirnya yang mengesahkan atau tidaknya wacana perpanjangan masa jabatan kepala desa adalah kesepakatan politik. Ia mengatakan kesepakatan politik antara DPR dan pemerintah merupakan pelengkap agar aspirasi bisa dituangkan ke dalam sebuah undang-undang.

“Aspirasi bagus tentu tetap saja yang mengesahkan adalah DPR dan pemerintah apakah aspirasi tersebut akan diterjemahkan ke dalam undang-undang. Jadi tunggu nanti,” ujarnya.

Baca juga: Jangan Asal Tetapkan Penambahan Masa Jabatan Kades menjadi 9 Tahun, Kajian Akademiknya Mana?

Walaupun demikian, Yandrie menyebut partainya belum mengambil sikap terhadap wacana perpanjangan masa jabatan kepala desa tersebut. Ia mengatakan PAN masih akan mengkaji terlebih dahulu secara komperhensif mengenai wacana tersebut.

Pada awalnya nya desakan perpanjangan masa jabatan kepala desa dari enam tahun menjadi sembilan tahun muncul dari Persatuan Perangkat Desa Seluruh Indonesia. Mereka melakukan unjuk rasa pada Rabu 25 Januari 2023, di depan Komplek Gedung DPR dan MPR RI, Jakarta.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) merupakan salah satu partai yang setuju akan wacana tersebut. Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan partai juga mendukung tuntutan tersebut. Menurutnya, Kepala Desa harus diberi jabatan lebih lama untuk bisa merealisasikan janji kampanye mereka tanpa perlu memikirkan kontestasi pilkades berikutnya.

“Perubahan masa jabatan kepala desa dari 6 tahun jadi 9 tahun memberikan kesempatan kepada kepala desa terpilih untuk merealisasikan janji kampanyenya dengan kecukupan waktu,” kata Said.

Baca juga: MENGAPA KADES DEMO? TIDAK CUKUPKAH MASA JABATAN 6 TAHUN!

Selain PDIP, Partai kebangkitan Bangsa atau PKB juga sudah menyatakan dukungannya terhadap wacana tersebut. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan  partainya mendukung usulan penambahan masa jabatan dari 6 tahun menjadi 9 tahun.

“Saya setuju jabatan kepala desa sembilan tahun dengan dua periode. Usulan ini sangat realistis sehingga patut dan layak untuk diperjuangkan,” kata Muhaimin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu, 19 November 2022.

Ikuti dan baca beritanya di GOOGLE NEWS atau GOOGLE BERITA

Sumber: nasional.tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *